Cari

Memuat...

Selasa, 30 Oktober 2012

CKLEY"Z CLOTHING EXALT TO COITUS

Untuk Para Anggota XTC SRI Yang Ingin Membeli Jaket,Baju dsb Atribut Almater XTC  Kini Sudah Tersedia di :

CKLEY"Z CLOTHING EXALT TO COITUS














UNTUK INFO DAN PEMESANAN BISA HUBUNGI :
Budhi : 0838-7069-2860

LIHAT INFO DAN PEMESANAN LEBIH LANJT MELALUI FACEBOOK :
https://www.facebook.com/oackleyz


XTC SEXY ROAD INDONESIA TEAM *Jangan Patah semangat Para Pemuda Pemudi XTC SRI*

XTC Gelar Bakti Sosial

Bandung - Kelompok bermotor XTC menggelar aksi bakti sosial dan tausyiah di Jalan Cingised RT 2 RW 6 Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Sabtu (28/7/2012). Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Jabbar. Kegiatan dilakukan untuk pelan-pelan mengikis stigma negatif masyarakat terhadap XTC yang selama ini dikenal sebagai geng motor.

"Kami ingin membuktikan istilah geng motor tidak tepat disematkan kepada kami," ujar Sekjen XTC Indoensia Taufik R saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, XTC sekarang berbeda dengan XTC dulu. Apalagi, XTC sekarang tengah berupaya menuju ke arah perubahan yang lebih baik di segala bidang.
"Dulu kami memang sangat tidak terkendali. Tapi mulai sekarang kami sedang berusaha untuk berubah," jelas Taufik.
Firman, ketua panitia, mengatakan kegiatan kali ini mengambil tema indahnya silaturahmi di bulan suci Ramadan. "Momennya pas kalau kita bikin acara seperti ini," ucapnya.
Acara akan berlangsung sehari ini diawali dengan tausyiah lalu memberika makanan berbuka bagi warga sekitar, hingga mengajak anak-anak kecil warga sekitar bermain.
Pantauan detikbandung, lebih dari 200 orang hadir mengikuti tausyiah yang merupakan rangkaian awal kegiatan. Warga sekitar dan para anggota XTC terlihat berbaur.
Di sekitar area acara, tak ada satupun atribut XTC. Bahkan di spanduk acara pun hanya terdapat tulisan bakti sosial dan tausyiah bersama komunitas otomotif.
Disinggung tidak adanya atribut berbau XTC, Taufik mengatakan itu sengaja dilakukan sebagai bentuk toleransi. "Kita sengaja tidak menggunakan atribut karena secara psikologis dikhawatirkan mengganggu, apalagi kalau yang datang banyak," tuturnya.
Jumlah massa XTC yang datang pun hanya sekitar 100 orang. Itu karena permintaan dari kepolisian agar jumlah massa yang datang dibatasi.



XTC SEXY ROAD INDONESIA TEAM *Jangan Patah semangat Para Pemuda Pemudi XTC SRI*

Senin, 29 Oktober 2012

Pemberitahuan

Avi Pepz
kepada seluruh anggota XTC INDONESIA agar dketahui bahwa formulir resmi akan dkeluarkeun langsung oleh PENGURUS PUSAT.Formulir tersebut akan secepatnya di tindaklanjuti menjadi KTA ( Kartu Tanda Anggota ) yg sah dan di akui.
KARTU TANDA ANGGOTA adalah salah satu persyaratan utama bisa mengikuti dan menghadiri acara ULANG TAHUN XTC INDONESIA yang akan di selenggarakan pada bulan desember 2012.
adapun formulir yg sudah beredar sifatnya sementara dan tetap akan kami jadikan arsip.
mohon dukungannya kepada semua rekan2 yg merasa anggota XTC untuk bersama sama menyukseskan acara dan kegiatan yg sedang dan akan dilaksanakan nanti.
trima kasih....Ketua Umum XTC INDONESIA






XTC SEXY ROAD INDONESIA TEAM *Jangan Patah semangat Para Pemuda Pemudi XTC SRI*

Selasa, 21 Agustus 2012

PEMBERITAHUAN

 Mohon Maaf Untuk Para Bro and Sis SEXY ROAD ,Untuk Jangka waktu yang tidak bisa di tentukan Blog kami mengalami sedikit masalah pada scrip,oleh karena itu mohon maaf atas ketidak nyamanan nya .
Bagi Kalian yang tidak bisa/mengalami gangguan saat melihat konten atau teks tidak muncul mohon untuk meng klik daftar judul entri nya kembali di daftar Entri di sebelah Kanan,atau Refres Halaman browser anda

Terimakasih

#MAINTANACE#
#MAINTANACE#
#MAINTANACE#
#MAINTANACE#
#MAINTANACE#
#MAINTANACE#
#MAINTANACE#
#MAINTANACE#
#MAINTANACE#


XTC SEXY ROAD INDONESIA TEAM *Jangan Patah semangat Para Pemuda Pemudi XTC SRI*

Senin, 30 Juli 2012

Pemberitahuan

 Untuk Informasi  Melalui Facebook Silakan Kunjungi Forum komunikasi di :
https://www.facebook.com/groups/oackleyz.xtcindonesia/


XTC SEXY ROAD INDONESIA TEAM *Jangan Patah
 semangat Para Pemuda Pemudi XTC SRI*

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHAUM

 KELUARGA BESAR XTC SEXY ROAD INDONESIA MENGUCAPKAN ;

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHAUM 1433H ,SEMOGA DI TAHUN INI PENUH BERKAH UNTUK KITA SEMUA

AMIN



XTC SEXY ROAD INDONESIA TEAM *Jangan Patah semangat Para Pemuda Pemudi XTC SRI*

Kamis, 08 Maret 2012

PERNYATAAN KEPUTUSAN RAPAT PENDIRIAN CLUB/BIKERS XTC (EXALT TO CREATIVTY) INDONESIA

PERNYATAAN KEPUTUSAN RAPAT
PENDIRIAN CLUB/BIKERS XTC (EXALT TO CREATIVTY) INDONESIA
-Pukul 11.30 WIB ( sebelas lewat tiga puluh menit waktu Indonesia bagian barat )-----------------------------
--------Pada hari ini,hari …………….. tanggal……………tahun…………… menghadap kepada saya………………….SH.Notaris berkedudukan di Kota Bandung degan jabata wilayah propinsi di kepulauan jawa barat.dihadiri oleh saksi saksi yang akan di sebutkan pada baian akhir AKTA ini
1- Tuan BUDI HENDAYANA ***** OACKLEYZ ( Swasta lahir di Bandung pada tanggal 16 juni 1968,bertempat tinggal di VILLA INDAH PERMAI BLOK H 18 NO 50 RT 07 RW 035 KELURAHAN TELUK PUCUNG KECAMATAN BEKASI UTARA.Pemegang kartu penduduk dengan no.3.27503.160668.0023 yang dikeluarkan oleh Camat Bekasi Utara atas nama Wali Kota Bekasi )---------------------------------------------------------------------------------Warga Negara Indonesia
2- Tuan BUDHI ***** SANDERZ (…………………………………………………………………………..)
3- Tuan ASEP SAMSUDIN ***** SAMPEOTZ (………………………………………………………)
4- Tuan ARYO DANANG **** BARYO (……………………………………………………………….)
5- Tuan KISANO ALAM WIRANATA KUSUMA**** NOOZ (……………………………………)
6- Tuan RIDHA **** THERID (……………………………………………………………………………….)
7- Tuan YOGI BARA **** OEHAT (…………………………………………………………………………)
8- Tuan DADAN **** BETMEN (…………………………………………………………………………….)
9- Tuan DEDEN ****DENZUST (……………………………………………………………………………)
10- Tuan DADAN *** DEB BULDOG (…………………………………………………………………..)
11- Tuan ARIE KETING *** TINK MORENO (…………………………………………………………)
12- Tuan IFAN *** GEZZBOND (…………………………………………………………………………..)
13- Tuan PEPI *** API’VEP (…………………………………………………………………………………)
14- Tuan BUDHI HARYANTTO ***BHARIANT
(……………………………………………………………………………………)
Menurut mereka,mereka dalam hal ini bertindak dalam ___________kedudukan sebagai para pendiri dan pengerak yang aktip dari organisasi / perkumpulan / club XTC INDONESIA yang akan di sebutkan di bawah ini_______________________
-Para penghadap telah saya .NOTARIS kenal____________________________
-Para penghadap bertindak sebagaimana tersebut di atas ____________________
Menerankan terlebih dahulu :
-Bahwa pada tanggal 31 Desember 1982 telah didirikan suatu organisasi/ perkumpulan/club XTC INDONESIA.
-Bahwa hingga saat ini organosasi/perkumpulan /club masih berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan dari organisasi/perkumpulan/club XTC INDONESIA.
-Bahwa para penghadap hendak menyatakan anggaran dasar organisasi / perkumpulan /club tersebut kedalam akta notaries.
-Bahwa tanggal 22 Januari 2012 perwakilan kordinator wilayah /organisasi/ perkumpulan /club XTC INDONESIA telah mengadakan rapat musayawarah tersebut telah di setujui oleh rapat dengan suara bulat.___________________
-Sehubungan dengan hal hal tersebut diatas,maka para penghadap____________di atas dengan ini menerangkan bahwa keputusan yang telah di ambil dalam musyawarah sebagai berikut :
-----------------------------------------------BAB 1---------------------------------------------------
ORGANISASI/PERKUPULAN/CLUB XTC INDONESIA
1 – DEFINISI XTC INDONESIA ADALAH : Perkumpulan pengedara sepeda motor dari berbagai jenis dan merk yang ada di seluruh kepulauan Indonesia.bertempat di bandung sebagai pusat
2 - LAMBANG DAN FILOSOPI XTC INDONESIA ADALAH :
-Segi Enam melambangkan sarang lebah
-Merah Putih melambangkan Bendera Indonewsia
-Wana Putih Biru Muda Biru Tua melambangkan Bendera Organisasi/perkumpulan/club XTC INDONESIA
@ Putih adalah Kesucian
@ Biru Muda adalah Kebebasan
@ Biru Tua adalah Kematangan/kemapanan/Mandiri
-Lebah melambangkan symbol XTC INDONESIA
@ Lebah adalah Mahluk social
-Bendera Hitam putih melambangkan sportifitas
------------------------------------- -------------BAB II--------------------------------------------------
– Status organisasi XTC INDONESIA bernaung dibawah pengawasan dewan pelindung yang dalam hal ini adalah TUHAN YANG MAHA ESA dan dewan Pembina dalam hal ini para SESEPUH dan SENIOR XTC INDONESIA
– Pada akhir priode kepengurusan XTC INDONESIA.maka---------------------------kepengurusan priode tersebut melaporkan seluruh hasi kegiatan kepada dewan Pembina-----------------------------------------------
-----------------------------------------------------BAB III-----------------------------------------------
SIPAT ORGANISASI/PERKUMPULAN /CLUB
-Bebas .Pleksibel.Kreatip.Sosial dan Propesional
@ Bebas ;
Tidak memeilih kandidat anggota/personil .tidak ikut /tergabung dalam ormas atau partai politik dan bebas dalam membuat program kerja selam program kerja tersebut tidak melanggar hokum yang berlaku di WILAYAH REPUBLIK INDONESIA.
@ fleksibel ;
Dalam penyusunan stuktural organisasi yang dapat mengikuti/menyesuiakan kebetukan yang ada sesuia dengan Anggaran Dasar/ Aturan Rumah Tangga
@ Kreatif ;
Dalam penyusuna program kerja harus memacu semangat untuk berkreatifitas yang positip kepada para anggota dan seluruh lapisan warga masyarakat Indonesia penggemar simpatisan xtc Indonesia
@ Sosial ;
Yang harus selalu peduli terhadap lingkunagan social baik secara regional maupun nasinal.
@ Profesional ;
Dalam menjalankan program kerja mengacu pada tanggung jawab yang profesionalisme
-------------------------------------------------- BAB IV-------------------------------------------------
RUANG LINGKUP ORGANISASI/PERKUMPULAN/CLUB
Pembinaan dan Pengembangan xtc Indonesia secara independent yang terdaptar di IKATAN MOTOR INDONESIA PROF JAWA BARAT
Stuktur organisasi/perkumpulan/club xtc Indonesia dapat di tambah atau di ubah sesuai kebituhan yang ada karena bersipat fleksibel
Perubahan stuktur organisasi dapat di lakukan pada musyawarah nasional XTC INDONESIA
---------------------------------------------------BAB V-------------------------------------------------
ANGGOTA ORGANISASI/PERKUMPULAN/CLUB XTC INDONESIA Seluruh lapisan masyarakat yang berada di kepulauan Indonesia dan luar Indonesia yang terdaptar secara resmi melalui proses regristasi keanggotaan yang telah dinyatakan lulus pada tahap orentasi/diklat.Baik yang mempunyai kendaran ataupun tidak memiliki kendaraan akan tetapi berkeinginan secara sukarela dan tidak ada unsure pakssan dari siapapun.
SIPAT KEANGGOTAAN
Persaudaraan yang di landasi kekeluargaan ber BHINEKA TUNGGAL IKA.
Persaudaraan meriupakan tali pengikat silaturahmi keseluruh anggota xtc Indonesia tanpa memandang ras dan agama.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ANGOTA
Memajukan dan menghidupakan xtc Indonesia tanpa menggagu kehidupan pribadi anggota,mematuhi segala peraturan yang telah di tetapkan yang tertuang dalam AD-ART xtc Indonesia.Serta selalu menjaga nama baik dimanapun anda berada.Selalu mematuhi segala per undang undangan lalu lintas yang berlaku si Negara republic Indonesia.
-------------------------------------------------BAB VI-------------------------------------------------
JENIS DAN KEDUDUKAN MUSYAWARAH
@ Musyawara Nasional merupakan rapat tertinggi anggota xtc Indonesia
@ Musyawara Nasional dilakukansetiap 3 tahun sekal di akhir priode kepemimpinan keteua umum.
@ Musyawara Nasional dapat di seleng garakan minimal di hadiri ½ + 1 dari seluruh anggota xtc Indonesia.
@ Musyawara Nasional memiliki wewenag untuk mengubah AD/ART dan menilai pertanggung jawaban ketua xtc Indonesia serta memelih ketua dan wakil ketua untuk priode yang akan datang

-------------------------------------------------BAB VII--------------------------------------------------
SIDANG ISTIMEWA ANGGOTA
@ Sidang istimewa anggota hanya dapat dilakukan memiliki kedudukan dan wewenang yang sama dengan musyawarah nasional xtc Indonesia.
@ Sidang istimewa anggota hanya dapat dilakukan 1 kali selama priode kepengurusan .
@ Sidang istimewa anggota hanya dapat diselenggarakan apabila sudah ½ +1 dari seluruh anggota.
RAPAT ANGGOTA TAHUNAN
@ Rapat anggota tahunan memiliki kedudukan di bawah musyawarah nasional dan siding istimewa anggota.
@ Rapat anggota tahunan memiliki wewenang untuk menetapkan program kerja tahunan dan mengevaluasi progress kerja pengurus.
@ Rapat anggota tahunan dapat di selenggarakan hanya satu kali dalam setahun dan di hadiri minimal 1 / 3 dari seluruh anggota.
RAPAT PENGURUS
@ Rapat pengurus memiliki kedudukan terendah diantara rapat lainya.
@ Rapat pengurus memiliki wewenang untuk mengkordinasikan seluruh anggota dalam menjalankan program kerja yang bersipat permanen /temporary (sementara single/event)
@ Rapat pengurus dapat di selenggarakan beberapa kali dalm setahun sesuai kebutuhan yang ada dan dapat di selenggarakan oleh pengurus saja
-------------------------------------------------BAB VIII------------------------------------------------
PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA XTC INDONESIA
TATA CARA :
@ Rapat pengurus memiliki hanya dapat dilakukan dalam satu kali pada musyawaran nasional (MUNAS) atau pada siding istimewa anggota xtc Indonesia.
@ Rapat pengurus memiliki hanya dapat dilakukan secara musyawarah atupun melalui voting (suara terbanyak)di antara anggota xtc indone
-----------------------------------------------BAB IX-----------------------------------------------------
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RUMAH TANGGA
@ Perubahan Anggran Dasar/ Anggran Rumah Tangga XTC INDONNESIA harus terlebih dahulu di cetuskanatau di bicarakan dalam satu agenda rapat xtc Indonesia
@ Perubahan Anggran Dasar/ Anggran Rumah Tangga XTC INDONNESIA hanya dapat di lakukan pada Musyawarah Nasional atau Sidang Istimewa dan di setujui sekurang kurangnya ½ + 1 dari anggota yang hadir pada salah satu rapat tersebut...
-----------------------------------------------BAB X-----------------------------------------------------
HAL HAL YANG BELUM DI ATUR DALAM ANGGARAN DASAR DI ATUR LEBIH LANJUT DALAM ANGGARAN RUMAH TANGGA
Anggaran dasar ini berlaku sejak berdirinya XTC INDONESIA dan telah mengalmi beberapa perubahan dan akan diadakan perrubahan kembali di munas yang akan datang 16 juni 2012.
Untuk pertama kalinya Pembina dan pengurus XTC INDONESIA dengan stuktur sebagai berikut ;
PEMBINA/ DEWAN PENASEHAT ; ---------------------------------------------------------------------------------------------
KETUA ; -------------------------------------------------------------------------------------------------WAKIL KETUA ;----------------------------------------------------------------------------------------
SEKERTARIS :-------------------------------------------------------------------------------------------BENDAHARA ;------------------------------------------------------------------------------------------

DEMIKIAN DRAF INI SAYA BUAT SEBAGAI LANGKAH SERIUS YANG AKAN KITA PERJUANGKAN…….
SAYA BERHARAP SEMUA ANGGOTA PERSONIL XTC INDONESIA BISA SALING MENDUKUNG TANPA ADA PERBEDAAN DAN KESALAH PAHAMAN HAL INI KAMI LAKUKAN DEMI REGENERATION XTC INDONESIA UNTUK MELANGKAH LEBIH MAJU DENGAN BEKAL KEYAKINAN YANG KUAT LEGALITASNYA.THX.SIKAPI DENGAN BERJIWA BESAR DAN POSITIP.
Sumber : Kang OACKLEYZ

Kamis, 12 Januari 2012

Himbauwan

All bro XTC INDONESIA mari kita serempak bersama sama untuk setiap korwil mendata ulang anggota yang benar benar xtc sesegera mungkin, untuk di masukan ke data base personil xtc indonesia supaya terhindar dari perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab sering x mengaku sebagai anggota xtc indonesia....terapkan sistem adminitrasi personil/anngota/ rekruter dengan regristasi yang benar.!!!! selamat bekerja brother..

By : Kang Oackleyz

Sabtu, 31 Desember 2011

Himbauan Untuk seluruh Anggota XTC SRI

UNTUK SEGENAP KELUARGA BESAR XTC SEXYROAD INDONESIA, KHUSUSNYA JAWA BARAT.
DIHIMBAU AGAR TIDAK MELAKUKAN KONVOI DI MALAM TAHUN BARU,APARAT KEPOLISIAN AKAN MENINDAK TEGAS,BROTHERS SEXYROAD YG AKAN BERKUNJUNG KE BANDUNG PALING LAMBAT MASUK PERBATASAN KOTA BANDUNG SEBELUM JAM 17:00WIB.
KARNA APARAT KEPOLISIAN AKAN MNUTUP SMUA AKSES MENUJU KOTA BANDUNG SBELUM PUKUL 17:00WIB.
SMOGA INFORMASI INI BERMANFAAT UNTUK SMUA KLUARGA BESAR XTC SEXYROAD INDONESIA.
Satu Hati..Satu Jiwa..Satu Tujuan..
BRAVO XTC !!!
Terima kasih

29 ANNIVERSARY XTC SEXY ROAD INDONESIA

Minggu, 27 November 2011

Sabtu, 26 November 2011

OPEN BETA NEW FORUM XTC SEXY ROAD INDONESIA

 TELAH DIBUKA
untuk seluruh anggota XTC SRI

Bagi Seluruh Anggota XTC SRI yang ingin menanyakan suatu masalah atau ingin mendiskusikan sesuatu silakan bergabung di FORUM XTC SRI di   http://sexyroad.indonesianforum.net 

Minggu, 18 September 2011

Apa itu Geng Moror?

Mulanya kumpul-kumpul sesama pecinta motor, kemudian berubah jadi geng yang beranggotakan puluhan bahkan ratusan orang. Di jalanan, mereka membentuk
gaya hidup yang terkadang menyimpang dari kelaziman demi menancapkan identitas kelompok. Ngetrack, kebut-kebutan, dan tawuran adalah upaya dalam pencarian identitas itu.
KAWASAN Cilaki, Bandung, suatu sore. Matahari mulai menepi. Tak seluruh siluetnya jatuh ke jalanan. Kerimbunan pepohonan menghalanginya. Dalam teduh, tiga remaja terlihat sedang duduk-duduk. Mereka pelajar sekolah menengah atas yang sedang membunuh waktu, menunggu tibanya jadwal bimbingan belajar.
Dari kejauhan, sepeda-sepeda motor menderu-deru. Jumlahnya belasan. Mereka jalan beriringan. Pedalnya dibuat meraung-raung, walau kecepatannya tak lebih kencang dari pembalap paling bego sekalipun.
Mereka melintasi tiga pelajar itu. Mereka, seperti tiga pelajar itu, semuanya berseragam putih abu. Tapi kedua kelompok jelas dari sekolah yang berbeda, dan mungkin tak saling kenal. Sebagian pengendara menyembunyikan seragam putih-abu itu di dalam jaketnya.
Tepat di depan ketiga pelajar, salah satu pengendara motor terjatuh, seperti disengaja. Sontak saja teman-temannya melimpahkan kesalahan kepada tiga pelajar itu. “Maneh budak mana, tong macem-macem ka aing,” bentak salah satu pengendara motor itu. (Kamu anak mana, jangan macam-macam.)
Tiga pelajar tadi tak merespon. Merasa di atas angin, para pengendara itu melampiaskan kebinatangannya. Salah seorang mulai memukul. Dan ketika ketiga pelajar itu tak menunjukkan perlawanan, yang lain makin berani dan mulai ikut memukul. Adegan selanjutnya sudah bisa diduga, pengeroyokan tanpa alasan berlangsung dalam waktu cepat. Dua di antara tiga pelajar itu babak belur.
Antoni Adi Krisna, salah satu pelajar dari SMUN 9 Bandung , dipukuli bertubi-tubi. Darah segar mengalir dari hidungnya.  Pelajar lainnya dari sekolah yang sama, Muri Nugraha, dipaksa untuk menyerahkan barang berharga. Dompet pun melayang. Seorang lagi, Rizal Satria pelajar SMUN 2 Bandung, selamat dari aniaya itu. Ia mengambil langkah seribu.
Usai  beraksi, geng tadi berlalu. Seorang pengendara tak lupa berseru dengan pongah “Aing raja jalanan tong macem-macem ka aing.” (Aku raja jalanan, jangan macam-macam).
Suara knalpot memecah telinga, kemudian sunyi.
“Saya dan pedagang lain melihat kejadian itu, tapi tidak satupun di antara kami yang berani melawan mereka. Jumlahnya terlalu banyak,” Maryati, pemilik kios itu mengatakan kepada saya
Menurut Rita pengelola Daniel Bimbingan Belajar, Antoni Adi Krisna mengalami shock dan tidak ingin ditemui oleh wartawan. Demikian juga dengan orang tuanya yang tak ingin anak-anaknya terus terusan dijadikan bahan pemberitaan. “Ini tempat bimbingan belajar, jadi kami sangat menghormati pripasi pengguna jasa kami,” ujar Rita ketika saya meminta bertemu degan Antoni.
ADA masa-masa tak aman di jalanan Bandung. Geng motor, beranggotakan beberapa orang atau puluhan hingga ratusan, tak jarang bikin cemas.
Ajun Komisaris Besar Polisi Masyudi, Kepala Polisi Resort Bandung Tengah, termasuk yang jengkel atas perilaku mereka. Ia mengancam akan melarang keberadaan geng motor.
Bisa dipahami kalau Masyudi jengkel. Soalnya, menurut Inspektur Polisi Wadi Sa’bani, Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor Bandung Tengah, kasus-kasus kriminal yang melibatkan geng sepeda motor belakangan ini menunjukkan kecenderungan meningkat.
Dalam satu tahun terakhir saja, kata dia, terjadi dua kasus setiap minggunya. Jumlah ini belum termasuk pengaduan dari masyarakat. Jenis kejahatannya beragam, mulai pencurian, tawuran, perampokan dengan kekerasan dan pengrusakan tempat umum.
 “Di
kota lain, aksi brutal para gengster tidak separah di Bandung, bahkan mungkin tidak ada,”ujarnya, menerka-nerka.
Sa’bani yang saya temui di kantornya mengungkapkan perilaku mereka didasari motif yang tak jelas. Bahkan, bukan sekadar kebutuhan ekonomi. Faktanya, banyak dari mereka berasal dari keluarga mampu. “Ada semacam kepuasan jika melakukan aksi melanggar hukum.”
“Kebanyakan dari mereka yang tercatat di kepolisian adalah anggota kelompok XTC.”
Menurut Sa’bani, di antara mereka tak sedikit residivis dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.
Ada catatan buat si residivis itu. Salah satunya menimpa perempuan muda bernama Furwanti, 18 tahun. Tengah malam ia lewat di Jalan Laswi. Tiga motor dengan enam orang pengendara, melaju pelan di hadapan Furyanti.
Plat nomor motor mereka ditutupi plastik. Satu dari mereka memepet Furyani dan menempelkan sebilah golok di samping leher Furwanti. Hanya perlu sedikit gerakan untuk menyobek leher itu. Furwanti terkesima dan berhenti.
Dengan sewenang-wenang mereka merampas helm dan kunci kontak, lalu kabur dengan kecepatan tinggi. Belum habis teriakan Furwanti, beberapa polisi mendekati Furwanti kemudian langsung mengejar mereka. Nampaknya polisi telah mengintai mereka dari jauh.
Polisi hanya berhasil menangkap dua tersangka pelaku. Empat orang lainnya lolos.
***
KECENDERUNGAN perilaku mereka mengarah ke kriminal setidaknya telah berlangsung sejak tahun 1990-an lalu, tak lama setelah arena balapan di jalanan di
Bandung dijaga ketat aparat kepolisian. Jalanan yang sering digunakan untuk kebut-kebutan antara lain  kawasan Gasibu di Jalan Diponegoro, kawasan Dago dan Jalan Supratman.    
Arena kebut-kebutan tak lagi terlokalisasi. Mereka menyebar secara sporadis ke jalanan lain yang lolos dari pindaian polisi. Jalanan membawa hawa panas rupanya. Mereka tak sekadar kebut-kebutan, tapi juga tawuran.
Pada 1995, tiga pemuda dikerangkeng di balik penjara, karena terbukti bersalah dalam kasus tawuran antara geng Brigez dengan Binter Mercy. Satu orang anggota Binter Mercy tewas.
Saya berkunjung ke rumah Ilmanul salah satu anggota Brigez yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Saya mendapat sambutan hangat darinya.  “Saat itu saya tidak tahu ada orang yang terbunuh, saya baru tahu dari koran keesokan harinya,” ujar Ilmanul meceritakan kepada saya.
“Dalam tawuran, kita tidak peduli berapa korban yang terluka atau yang terbunuh, yang penting saat itu bagaimana menyelamatkan diri dan teman-teman,” tambahnya.
Ilmanul dihukum dua  tahun penjara, sedangkan dua orang temannya masing-masing dihukum tiga tahun dan 2,5 tahun penjara. “Waktu itu memang kami bersalah, menggesek-gesekan samurai di depan mereka,” kata Ilmanul.
Yopi,  anggota GBR, mengisahkan tragedi paling mengerikan dalam hidupnya pada tahun 1998, ketika terjadi perang besar-besaran antara GBR dengan XTC yang melibatkan ratusan anggota geng motor di kawasan Dago. Lima orang meninggal dalam tragedi itu. Mereka mengenangnya dalam ungkapan “Dago Menangis.”
Yopi lulusan Universitas Pasundan Bandung  tengah mendirikan lembaga konsultan dalam bidang pangan. Ia memutuskan untuk tidak lagi ikut dalam kegiatan geng motor.
“Teman saya banyak yang meninggal, akibat tawuran dan OD (Over Dosis-red),”ungkapnya.
Wendy Prananda, juga anggota GBR, menyaksikan temannya sendiri kehilangan salah satu telinganya akibat dipotong lawan tawurannya. Tapi peristiwa-peristiwa itu tidak menjadi alasan untuk jera. Wendy menyukai dunia broadcast. Ia menjadi juru kamera di salah satu televisi lokal di Bandung. “Kami seperti keluarga, meski saya sudah jarang gabung, tapi soal kesetiakawanan gak pernah luntur,” kata Wendy ketika saya menemuinya di kantornya.
Tahun itu seolah menjadi titik klimaks aksi brutal mereka. Pertemuan antar geng sering jadi saat yang paling rawan gesekan. Nyawa berguguran dan melahirkan dendam tak berujung.
Samurai, jenis golok berukuran panjang yang biasa digunakan oleh kelompok Ninja di Jepang, menjadi senjata khas mereka. Tidak hanya saat tawuran, senjata ini biasa dipamerkan pada saat konvoi. Samurai dilepas dan ujung runcingnya digesekkan ke jalanan hingga memercikan cahaya api.
Senjata lainnya yang biasa digunakan yakni golok, stik soft ball, bom molotof bahkan senjata api jenis pistol. Tidak tahu pasti siapa yang menggunakan senjata api, namun dari penuturan sebagian anggota geng yang saya temui, semuanya pernah melihat teman satu gengnya menggenggam pistol atau malahan diancam dengan pistol.
Tragedi demi tragedi terus terjadi. Dendam terus berkecamuk, seperti snow ball.
“Tidak perlu ada masalah, pokoknya kalau ketemu, kami saling hajar,” kata Devi Makmur alias Felix, salah satu pentolan XTC. Usianya masih muda belum genap 30 tahun. Saya menemuinya di sebuah café tenda di Jalan Dipatiukur.
Kejadian paling hangat Agustus 2006 ketika  Brigez sedang konvoi ke daerah Garut. Tiba-tiba XTC melempari mereka dengan batu. Terjadi kejar-kejaran, lalu tawuran. Satu unit rumah dan mobil milik warga hancur.
“Permasalahan dengan XTC tidak akan pernah berakhir sampai kapan pun. Kami tidak pernah mewarisi dendam ini, tapi generasi selanjutnya akan tahu dengan sendirinya,” ujar Ilmanul kepada saya.
***

PERLU dibedakan antara geng motor dengan Club Motor. Geng motor adalah kumpulan orang-orang pecinta motor yang doyan kebut-kebutan, tanpa membedakan jenis motor yang dikendarai. Sedangkan Club Motor biasanya mengusung merek tertentu atau spesifikasi jenis motor tertentu dengan perangkat organisasi formal, seperti HDC (Harley Davidson Club), Scooter (kelompok pecinta Vesva), kelompok Honda, kelompok Suzuki, Tiger, Mio.

Ada juga Brotherhood kelompok pecinta motor besar tua.
Tapi kalau soal aksi jalanan, semuanya sama saja. Kebanyakan sama-sama merasa jadi raja jalanan, tak mau didahului, apalagi disalip oleh pengendara lain.
Ada empat geng motor yang paling besar di Bandung yakni Moonraker , Grab on Road (GBR), Exalt to Coitus (XTC) dan Brigade Seven (Brigez). Keempat geng itu sama- sama eksis dan memiliki anggota di atas 1000 orang. Kini mereka mulai menjalar ke daerah- daerah pinggiran Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Ciamis, Cirebon dan Subang.
Kita mulai saja dengan Moonraker. Inilah konon ruh dari semua geng motor di Bandung. Moonraker lahir pada tahun 1978. Sel-sel komunitas ini, dirajut oleh tujuh orang pemuda yang sama-sama hobi balap.
Nama “Moonraker” diambil dari salah satu judul film James Bond yang kondang ketika itu. Awalnya mereka mengusung bendera berwarna putih-biru-merah dengan gambar palu arit di tengahnya. Namun, karena pemerintah Indonesia saat itu melarang ideologi tertentu yang identik komunisme (yang bersimbolkan palu arit), mereka lalu mengganti bendera kebanggaannya dengan warna merah-putih-biru, bergambar kelelawar. Gambar  ini mereka adopsi dari lambang “Hell Angel”, sebuah kelompok motor di Amerika Serikat.
Kelompok ini konsisten dengan sistem keorganisasiannya. Setiap tahun ada penggantian kepengurusan dan membuat program-program kerja. Struktur Organisasinya terdiri atas Divisi Balap, Panglima Perang (Paper), dan Tim SWAT atau regu penyelamat.
 “Panglima Perang” mungkin terdengar unik dalam sebuah organisasi pencinta motor. Istilah ini biasanya digunakan oleh lembaga keamanan atau kelompok bersenjata.
Di Moonraker sendiri,  Panglima Perang bertugas mengkoordinir anggota pada saat terjadi tawuran, atau sebagai pembuat keputusan pada saat terjadi bentrok dengan kelompok lain. Jika ada keputusan perang, informasi menyebar ke seluruh anggota paling lama dalam waktu 24 jam.
Bagi para pembangkang yang melanggar tata tertib organisasi, sudah disiapkan tempat yang mereka sebut dengan nama “Sel 13,” semacam mahkamah pengadilan.
Tempat ini paling dihindari oleh semua anggota. Jangan mengharap sebuah proses hukum layaknya sebuah lembaga pengadilan. Di sini para pembangkang itu akan mendapat penyiksaan dari senior-seniornya.
Kategori pelanggaran itu antara lain memakai dan mengedarkan narkoba, bertindak melanggar hukum dan menjalin hubungan kasih dengan sesama anggota Moonraker.  
Pengikut Moonraker semakin lama, terus membengkak. Kini tercatat anggotanya mencapai 1.400 orang, tersebar di berbagai wilayah.
Menurut Dandy Alfandy, salah satu pentolan Moonraker, sejak awal kelompok ini berorientasi pada balapan. Konflik dengan geng XTC (musuh terbesar Moonraker) pertama kali dipicu saat berlangsung kompetisi Road Race piala Djarum Super tahun 90-an. Persoalannya sepele saja, hanya senggol-menyenggol di arena balapan, entah siapa yang memulai.
Puncaknya, terjadi tawuran besar-besaran antara ke dua geng ini pada tahun 1999. Satu orang meninggal dunia pada peristiwa itu. Hingga kini dendam sejarah itu masih mengendap dari generasi ke generasi. ”Pernah ada upaya damai, tapi percuma saja. Sekali musuh tetap musuh,” ujar Dandy.  Saya berbincang dengan pemuda Dandy di kantornya.
Kini Ia membuka usaha penyedia jasa travel.
XTC punya anggota lebih banyak dari Moonraker. Siapa mereka? XTC atau Exalt To Coitus lahir pada tahun 1982 oleh 7 orang pemuda.Belakangan nama itu diganti menjadi Exalt To Creativity, karena nama semula agak berbau porno. 
Mereka membawa bendera berwarna paling atas putih-biru muda-biru Tua. Di tengahnya ada gambar lebah yang melambangkan solidaritas antar anggota. Bila salah satu di antara mereka ada yang diserang, maka yang lainnya akan membela.
Mereka kini mendirikan Sexy Road Indonesia, kumpulan gengster XTC se-Indonesia yang berpusat di Bandung, untuk memfasilitasi anggotanya yang sudah melebihi 10.000 orang.
Tak hanya Moonraker sebenarnya. Brigez dan GBR, juga menyatakan permusuhannya terhadap XTC. Brigez yang paling antipati terhadap geng yang satu ini. Asal muasal terjadinya permusuhan tidak jelas sampai sekarang. Namun, baik XTC maupun Brigez menyatakan perang satu sama lain hingga saat ini.
“Setiap gengster ingin menjadi yang nomor satu, kenyataannya kami memang yang paling banyak anggotanya,” ujar Ari Rinaldi, salah satu anggota XTC mencoba menjawab alasan mengapa XTC banyak dimusuhi oleh geng lain. Ari Rinaldi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung.
Pasukan ini juga memiliki Koordinator Perang, untuk mempermudah koordinasi jika terjadi tawuran atau pada saat akan melakukan perbutan wilayah. Perebutan wilayah  termasuk upaya dalam rangka memperluas daerah kekuasan dan meningkatkan prestise dikalangan gengster. Menurut Felix, penyerangan biasanya dilakukan diam-diam ke basis-basis lawan.
Anggota XTC, banyak anak-anak  dari lingkungan TNI atau Polisi. Tak heran, jika terjadi perang senjata api banyak beredar.   
“Kami punya koneksi dengan pihak kepolisian, jadi kalau ada urusan dengan polisi cepat selesai,” ujar Felix meyakinkan saya.
Saya menemui Luki, generasi kedua geng lebah ini di sebuah café di Bandung. Ia seorang Sarjana Hukum dan kini bekerja di salah satu lembaga formal. Tak diduga Luki dikawal oleh lebih dari 6 orang teman satu gengnya dan saya berada di tengah-tengah mereka. Mereka bersikap sopan dan menunjukkan keinginannya berbagi cerita dengan saya. Saat itu saya seperti berada dalam acara talkshow, karena harus membagi kesempatan semua untuk bercerita. Bahkan saya sempat mendapat tawaran untuk menjadi ketua geng, wuaduh
“Kami ini kumpulan anak-anak nakal makanya masuk geng motor, kalo mau jadi anak baik-baik lebih baik masuk pesantren saja,” ujar Iskandar, laki-laki paruh baya. “Kerjaan kami ya hura-hura, bersenang-senang,” tambahnya.
Lalu, mengapa geng motor identik dengan kekerasan?
“Itu karena aparat  yang menciptakan. Mereka sering main gebuk sembarangan. Kami memang sering merampas motor milik geng lain saat bentrok, istilahnya rampasan perang. Tapi motor itu langsung kami bakar, tidak dijual atau dimiliki oleh salah satu dari kami,” kata Iskandar.
“Mungkin bagi polisi tindakan itu termasuk kriminal, tapi menurut kami bukan,”tambahnya.
Iskandar termasuk pentolan XTC, ia juga ketua sebuah lembaga yang bergerak di bidang penyediaan jasa pengamanan, Bodyguard Security Service (BOSS). Markas BOSS dulu sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak XTC.
Dalam pertemuan itu, ketua XTC Avi Vabio akrab dipanggil Pepi, juga ada. Usianya jauh lebih muda. Ia ternyata salah satu karyawan bank berplat merah di Jawa Barat.  Ia tak banyak banyak bicara, bahkan pertanyaan-pertanyaan yang saya lontarkan kepadanya justru banyak dijawab oleh Luki.
Saya memutuskan menemui Pepi lagi. Kami bertemu di tempat yang sama keesokan harinya. Pepi membawa tiga orang kawannya. Dadan salah seorang di antaranya mengatakan bahwa telah terjadi selisih paham di atara anggota XTC sendiri. “Ada kelompok yang berusaha memanfaatkan massa XTC untuk kepentingan politik. Padahal harapan kami, ada ruang untuk berkreatifitas,” ujarnya. Malam itu Dadan membawa anak laki-lakinya yang masih berusia sekitar 2 tahun.
Pepi mengaku sering diajak berunjukrasa dengan iming-iming uang. “Kami bahkan pernah terlibat dalam tim sukses Aa Tarmana, kandidat Walikota Bandung, tapi kalah,” kata Pepi.
“Beberapa partai politik pernah meminta massa dalam jumlah tertentu untuk kampanye. Pada pemilu 2004, partai Demokrat juga meminta massa. Biasanya kami dibayar per kepala, ya lumayan lah..”
Beberapa hari lalu mereka juga mengirim 200 motor pada perayaan ulang tahun Partai Demokrasi Pembaruan di Lapangan Gasibu Bandung.
Tidak menutup kemungkinan pada kampanye-kampanye atau unjukrasa itu bertemu dengan geng motor lain. Tapi kalau dalam urusan ini, mereka memilih damai.
Pertengahan 2003, XTC melakukan penyerangan sensasional. Mereka menyerang kantor Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes)
Bandung. Semua anggotanya tumpah ruah mengepung kantor Polwiltabes. Mereka kecewa karena tidak diberi izin pada saat mau mengadakan bakti sosial, akibat ada kesalahpahaman antara poilsi dengan panitia.
Polisi tak bisa berbuat banyak menghadapi ribuan
massa yang memadati Jalan Merdeka sepanjang kurang lebih 3 Kilo Meter. Beberapa orang yang dituduh provokator ditahan di kantor Polwiltabes
Bandung. 
“Kalau gak ada XTC ya gak rame, gak akan terjadi perang,” Iskandar menambahkan. Tapi ia menitip pesan untuk para aparat:  “tolong rangkul kami, masa GAM dengan RI saja bisa berdamai?”
TAHUN 1980-an juga ditandai kelahiran Brigez dan GBR.
Brigez lahir di SMUN 7 Bandung,  sesuai dengan namanya Brigade Seven. Sejak masih embrio pada tahun 80-an geng ini merupakan rival terberat XTC. Awal terbentuknya tak lebih dari hanya sekadar kumpul-kumpul biasa. “Kami hanya ingin bebas menjalankan motor, tidak pakai helm, tidak pakai lampu apalagi rambu-rambu,” kata Ilmanul, salah satu pendiri Brigez.
Dulu geng ini hanya beranggotakan tidak lebih dari 50 motor. Kini pengikutnya mencapai ribuan motor dan tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Sistem pengorganisasiannya tidak jelas. Tidak ada pengurus, hanya ada ketua yang bertugas mengkoordinir saja.
Warna bendera negara Irak tanpa huruf Arab di tengahnya, menjadi lambang identitas kelompok ini dengan kelelawar hitam sebagai simbolnya.
Nama Brigez  acapkali diplesetkan menjadi Brigade setan atau Brigade Senja, karena mereka sering nongkrong bersamaan dengan kepulangan sang surya.
Berbeda dengan XTC, Brigez identik dengan sikap anti birokrasi. Mereka menolak bersimbiosis dengan lembaga plat merah atau ormas bentukan kelompok politik tertentu. Menurut Ilmanul, lamaran dari Ormas Pemuda Pancasila untuk bergabung, ditolaknya mentah-mentah. Kalau pun ada anggotanya yang menjadi kader partai, itu lebih bersifat individu dan tidak membawa bendera Brigez.
Bersamaan dengan Brigez, muncul pula Grab on Road (GBR). Yang berbeda, geng ini dilahirkan di lingkungan SMPN 2 Bandung. Mereka tak rikuh kebut-kebutan, sekalipun banyak yang belum pegang surat ijin mengemudi.
Kelompok ini mengidentifikasi diri dengan segala sesuatu berbau Jerman, paling tidak warna benderanya hitam-merah-kuning (urutan dari atas ke bawah).
Meski lahir di SMPN 2 Bandung, anggota GBR beragam. Bukan hanya siswa atau alumni sekoah itu saja, tapi kalangan umum lain.
Saya menemui Supiana, Pebina Urusan Kesiswaan SMPN 2 Bandung. Ia menolak sekolahnya diidentikan dengan  geng. “Tidak ada fakta bahwa GBR berdiri di SMPN 2,” ujarnya. Namun ia membenarkan halaman sekolahnya dijadikan tempat bergerombol pada sekitar tahun 80-an.
WENDY Pranandha, anggota geng GBR, mengatakan keinginannya masuk geng karena pengaruh lingkungan. “Saya terpaksa masuk geng karena 80 persen siswa SMP 2 saat itu anggota geng GBR, selain ingin coba-coba.”
Dari Wendy dan beberapa anggota lain, saya punya kesan bibit anggota geng sepeda motor di Bandung dipupuk mulai usia belasan tahun, bahkan itu tadi, sejak mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).  Banyak sekolah-sekolah menjadi basis mereka.  Seperti SMUN 7 terkenal sebagai sarangnya Brigez, SMU BPI sarangnya XTC dan SMP 2 tempat lahirnya GBR.
Labelisasi geng motor terhadap sekolah tertentu mempengaruhi  pilihan para calon siswa ketika menentukan sekolah mana yang akan mereka pilih. Siswa yang sudah memiliki keterikatan dengan geng tertentu semasa duduk di SMP, akan memilih SMU yang merupakan basis geng asalnya.
Sedangkan siswa yang netral justru akan menghindari sekolah-sekolah yang identik dengan geng. Bisa juga karena kehawatiran orang tua sehingga dimasukkan ke sekolah yang lebih bersih dari geng. Meski demikian banyak  siswa dan orang tuanya yang tidak terpengaruh dengan isu ini.
Pihak sekolah SMUN 7 Bandung, tempat bersarangnya  Brigez, dulu kewalahan menghadapi mereka. Setiap hari ada saja ulah mereka,  mulai malak (meminta uang dengan paksa) teman-teman sekolahnya, hingga mengancam para guru. Uang diistilahkan oleh mereka dengan sebutan “sumsum.”   
Wakil Kepala Sekolah SMUN 7 Bandung Sucipto, pernah diajak berkelahi oleh para anggota geng. Sucipto memang getol memerangi mereka.Ban motornya sering kedapatan bocor atau namanya menjadi mozaik di tembok-tembok sekolah dengan tulisan kasar dan mengejek.
Pada 1999, SMUN 7 melakukan pembersihan terhadap gengster. Spanduk-spanduk anti geng, pembersihan tembok-tembok dari coretan “Brigez” dilakukan dalam tempo singkat. Lalu pihak sekolah memutuskan untuk mengeluarkan siswa yang terlibat geng.
Meski demikian, setiap tahun ada saja bibit Brigez yang tumbuh.
Dilarang di sekolah, mereka mengeruhkan jalanan. Di jantung kota, di pasar-pasar, di daerah pertokoan, jembatan, di gedung sekolah, gedung pemerintahan, taman kota, dimana-mana di kawasan Bandung pasti terdapat coret-coretan. Medianya bisa tembok, papan, batu, seng atau apapun yang bisa menjadi media tulis.
Sekilas, coretan-coretan itu tidak bermakna apa-apa. Kalau diperhatikan coretan-coretan itu bertuliskan nama-nama geng motor. Yang paling banyak ditemui adalah tulisan Brigez, XTC, M2R dan GBR . Bukan hanya di kota Bandung, di daerah-daerah pinggiran pun, banyak beredar tulisan-tulisan semacam itu.
Sepertinya memang sepele. Tapi dari coretan itu bisa terjadi pertumpahan darah. Tulisan nama geng di tembok di wilayah tertentu, menandakan wilayah kekuasaan geng itu. Tulisan nama geng juga berarti kebanggaan bagi geng tersebut.
Masalah muncul jika dalam sebuah dinding terdapat nama salah satu geng, tapi kemudian ada yang mencoret dan diganti dengan nama geng lain. Ini adalah salah satu pemicu terjadinya tawuran antar geng.  “Kalau ke luar kota, kami pasti menyempatkan mencoret dinding, itu menandakan bahwa kami pernah ke tempat itu dan itu adalah kebanggaan,” kata Ilmanul
Bagi para geng coret-coret dinding itu memicu adrenalin. Mereka harus berhadapan dengan aparat keamanan pada saat beraksi. Lebih dari itu mereka  harus berhadapan dengan geng lain yang menguasai wilayah setempat.
MASUK ke dalam komunitas ini tidak cuma-cuma. Calon anggota Moonraker, misalkan, tak jarang diwajibkan mengendarai motor tanpa rem dari Lembang hingga Jalan Setibudhi Bandung. Jaraknya sekitar 15 kilometer.
Kalau tidak disuruh ngebut tanpa rem, anak baru dipaksa berkelahi dengan seniornya.
Pendeknya, mereka tampil pada panggung kehidupan sosial dengan menawarkan model-model kekerasan. Diakui atau tidak, itulah pola yang terbentuk melalui berbagai gerakan yang mereka tampilkan. Tindakan kekerasan seperti  kebutuhan spritual untuk membentuk identitas kelompoknya.
 “Tindakan melanggar hukum memang ada, hanya agar orang lain tahu bahwa kami ada,” kata Ilmanul, anggota Brigez itu.  Ia kini berusia 27 tahun dan kini berwiraswasta. “Kalau soal membuka jalan dan memukul spion mobil orang, itu biasa dan sering dilakukan pada saat konvoi. Ada juga  yang mencuri, tapi uangnya digunakan rame-rame untuk pergi keluar kota atau konvoi,” tambahnya.
Setiap geng memang tidak membenarkan tindakan itu, tapi ada tradisi yang tidak tertulis dan dipahami secara kolektif  bahwa tindakan itu adalah bagian dari kehidupan jalanan. Apalagi jika yang melakukannya anggota baru yang masih berusia belasan tahun. Mereka “mewajarkannya” sebagai salah satu upaya mencari jati diri.
Yopi, anggota GBR berusia 25 tahun, punya pengalaman yang membuat jantungnya bertabuh. Pada suatu malam di Jalan Cihampelas, dia bersama seorang temannya menghadang dan mengancam seorang pengendara motor. Setelah berhasil mematahkan keberanian orang itu, ia dan temannya justru bingung mau melakukan apa. Akhirnya keduanya sepakat untuk mengambil uang secukupnya dari dompet korban, lalu kabur sekencang-kencangnya.
“Deg-degan, tapi puas karena gak tertangkap polisi,” kenang Yopi seraya tersenyum lebar.
Ada juga inisiasi yang lain. Untuk menjadi anggota senior, misalkan. Ia tidak cukup dengan berapa lama dia bergabung di geng itu, tapi butuh pembuktian bahwa orang itu berani melakukan hal yang paling beresiko sekalipun. Semakin tinggi resiko yang dia ambil, semakin tinggi pula penghormatan atas dirinya
Senior adalah kedudukan penting bagi geng. Seorang senior mempunyai keleluasaan dalam hal apapun. Ia juga mempunyai hak menentukan keputusan terhadap para junior. Kedudukan senior bahkan lebih tinggi di atas ketua geng. Senior bisa memutuskan salah atau benar dan menghukum junior dengan caranya sendiri.
Wendy Pranandha, anggota GBR, mengatakan peran senior amat menentukan. Sekali saja ada anggota yunior tidak kelihatan kumpul wajib  setiap malam minggu, si senior akan menghajar sesuka hatinya, tak peduli  alasan apapun.
Kekerasan seolah mewakili spirit mereka. Mungkin juga mereka menganggap itu pilihan 
gaya hidup.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Sahur In the road 2011 berahir BUBAR

sahur on road 2011 kali ini berahir dengan bubar karna tidak tertib nya para anggota dan Rekan-rekan XTC SRI , ada sebagian infromasi acara di bubarkan karna para anggota memakali atribut
baru saja sampai di rute Perempatan Supratman para Iring"an perserta anggota XTC SRI d hadang oleh mobil polisi yang membawa anggota kembali ke cikaso,
setelah sampai nya di cikaso semua peserta dibubarkan oleh polwiltabes kota bandung.
Seluruh anggota Di pulangkan ke cabang nya masing" ,tak banyak anggota yang kecewa dengan acara tahun ini.

Sumber : Gitz Creativ Ckz

Kamis, 21 Juli 2011

MUNAS XTC SRI 2011

Untuk seluruh anggota XTC SEXY ROAD INDONESIA perisapkan kalian untuk MUNAS XTC SRI 2011 yang akan di selenggarakan di bandung !
semoga bisa menjadikan XTC SRI Lebih baik dan terdepan !


Thnxs Forr all

Gitz Kordi.XTC CHANK99 CKZ

Sabtu, 04 Juni 2011

Pembina XTC Akan Cari Tahu Apakah Pelaku Anggota atau Bukan

Bandung - Pembina XTC hingga saat ini belum mendapat informasi mengenai penangkapan sejumlah pemuda yang diduga anggota XTC yang diserang warga karena melakukan tindakan penganiayaan. Pembina XTC akan mencari kebenaran informasi tersebut."Hingga saat ini saya belum mendapat informasi adanya anggota XTC di Kabupaten Bandung yang ditangkap karena melakukan penganiyaan," jelas Senior Pembina XTC Indonesia, Ahmad Ridwan saat dihubungi detikbandung via ponsel, Kamis (18/11/2010).Ia menegaskan, anggota XTC selalu dibekali kartu tanda keanggotaan."Nanti utusan pengurus XTC akan berkoordinasi dengan Polres Bandung. Kami hanya ingin memastikan apakah yang ditangkap itu anggota resmi XTC atau bukan," jelas Ahmad yang juga kuasa hukum XTC.Bila benar nanti terbukti anggota XTC, kata Ahmad, pihaknya tentu saja menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada pihak berwenang. Namun begitu, lanjut dia, saat ini yang menjadi sorotan apakah kejadian itu murni penganiayaan yang dilakukan anggotanya atau justru anggotanya melakukan pembelaan diri."Kami kuasa hukum XTC tidak tinggal diam bila itu terbukti anggota. Kami akan mencari kebenaran," tutup Ahmad.Pada Selasa malam (16/11/2010) pukul 21.00 WIB, tujuh anggota XTC datang menggunakan sepeda motor. Usai memarkirkan motor, mereka masuk ke rumah Jajang, warga Desa Mekarasa Kecamatan Pasir Jambu. Tanpa basa-basi, mereka langsung menghajar Jajang menggunakan stik baseball dan golok.Mengetahui ada warga yang disiksa, warga setempat bereaksi dan langsung menyerang balik mereka. Beberapa warga ada yang membawa golok dan senjata lainnya. Kalah jumlah dengan warga, anggota geng motor justru babak belur.(bbn/avi)